Gue udah ngirimin e-mail ke penulisnya yang isinya review yang ini... dan....
udah di reply ama dia!! ini komentarnya : =============================================== Allloowww KaJe/KJ/Aris....
makasih makasih udah ngirim review nyaaa....hihihihi...keren banget yak review nya.. Serius tapi ga serius...( Laahh?! ) hehaheahehahea... Gw yg baca jadi ketawa2 sendiri.... apalagi pas baca image nama Viyanthi Silvana! HUAHAHAHAHAHAHA....gw jadi tambah ngakak.. sebenernya udah pernah gw posting di blog ttg asal muasal nama gw yang sebenernya ga sengaja dikasih ama kedua orangtua gw yg natural born error itu loh....
Ehm...kalo menurut pendapat gw sebagai salah satu juri sih, loe udah menang lah... tapi ga tau deh kl sama juri2 yang lain... Wish u all the luck, boy.....
Btw, tambahan info nih...bocoran buat yg ngirim review ajah... *BEEEEEEPPPP*(sensor, huahahhaha) hehehhe....bocoran nih...kl yg ga ngirim review mah ga bakalan tau, Ris....hehehehheh Salam CipokCipok yak... ^_________________^ Viv ===============================================
Waw!! di reply ama dia! huahahahhahh... doakan menang yak...
Jadi, kalo penasaran ama bagian Beeeepppp-nya yang disensor itu, ayo ikutan aja lombanya, ada lomba tambahan buat nambahin hadiah juga kalo menang, hahahaha... Salam Gaol!!
Talkshownya Ferdiriva Hamzah (penulis buku Cado - Cado dan Dokter Ngocol). Tempatnya di Gramedia Blok M Melawai tanggal 30 Agustus pukul 14.00 Kesono gak yahh?? Liat nanti deh...
Beberapa diantara kalian bisa di pastikan kalau ada saja tingkah laku dari keluarga kalian atau diri kalian sendiri yang tergolong out of the box, atau dengan kata lain kelakuannya di luar akal sehat manusia atau binatang sekalipun. Oke, bahasa gaulnya kelakuan autis gitu dah. Suka heboh sendiri, suka ngelakuin hal yang aneh – aneh, suka gak jelas, dan hal – hal lain yang ngebuat orang disekitarnya cuman bisa melongo-kayak-sapi-ompong-abis-di-peres-susunya karena kelakuan autisnya tersebut, atau malah membuat orang sekitarnya tertawa terbahak - bahak.
Kalian tentu juga pernah mengalami hal tersebut, begitu pula yang dialami Vivi dalam kesehariannya. Begitulah yang digambarkan dalam buku bergenre komedi karya wanita mantan finalis Putri Indonesia 2001 ini yang berjudul Mother Keder : Emakku Ajaib Bener. Setelah Raditya Dika, Ferdiriva Hamzah, Pidi Baiq, Aca dan penulis komedi lainnya berhasil melakukan pembodohan seantero nusantara, maka lahirlah penulis pembasmi kejeniusan dan kecerdasan lainnya di Indonesia : Vivi.
Buku ini menceritakan “penderitaan” seorang Vivi yang mau nggak mau terpaksa harus hidup dalam keluarga yang beranggotakan kedua orang tuanya dan ketiga adiknya, yang menurut Vivi, kelakuan mereka sungguh teramat di luar akal sehat, dengan kata lain autis. Terutama tingkah laku emaknya, atau sering di panggil Mami oleh Vivi sendiri.
Dalam buku ini diceritakan segala bentuk kelakuan aneh bin ajaib yang dilakukan Mami-nya Vivi. Mulai dari suka jaim kalo ketemu orang yang baru dikenal, gengsinya gede, suka seenaknya nge-make over anak – anaknya, kebiasaannya mengajak orang mengobrol hingga berjam – jam bahkan sampai NGAJAK NGOBROL ORANG YANG SEDANG TIDUR dan segudang kelakuan aneh sang Mami lainnya yang diceritakan wanita dengan nama panjang Viyanthi Silvana ini dalam bukunya.
Gue sendiri tertarik membelinya karena gak ada kerjaan lagi sih, jadinya iseng aja beli tuh buku buat dibaca (ya iyalah dibaca!! Emang mao diapain lagi tuh buku??). Eh, taunya malah keren dan gue ngakak sendiri waktu bacanya. Padahal awalnya agak ragu juga waktu mau belinya.
Gue sempat ragu untuk membelinya dikarenakan satu hal : nama pengarangnya (Viyanthi Silvana), terasa agak gimana gitu kedengerannya di kuping gue. Di bayangan gue, nama Viyanthi Silvana = tipe perempuan nakal atau model – model bintang bokep gitu dah (maap yak mbak Vivi, ini serius lohh, hehehe...).
Ternyata nggak, gue salah sodara – sodara!! Ternyata wanita berpendidikan gitu, mantan pinalis puteri Indonesia pula! Cantik lagi... (I said it straight from the heart, beneran cantik kok, huehee... ehh, mbak Vivi-nya jangan terbang duluu!). Maka mulai saat itu gue mendapatkan sebuah pelajaran : Don’t judge a girl by her name, hueheheh...
Buku ini di sajikan dengan tutur bahasa yang rapi dan tidak biasa, namun juga tidak begitu formal. Yah, tipikal gaya bahasa buku – buku komedi umumnya lah. Dengan bahasa yang mudah di mengerti, membaca buku ini membuat kita semakin tertarik untuk membalik buku ini ke halaman - halaman berikutnya untuk membaca cerita – cerita selanjutnya.
Ketika membacanya, secara tidak sadar kita telah larut dalam rasa penasaran terhadap pertanyaan dalam benak kita : apakah kelakuan aneh yang akan dilakukan sang Mami berikutnya? Apakah setelah lima detik, buku ini secara otomatis akan meledak ketika saya selesai membacanya seperti di film – film detektif dan mata – mata?? Akankah saya mati keracunan setelah membaca buku ini? Nah, pertanyaan – pertanyaan itulah yang mungkin akan timbul ketika kita sedang membaca buku ini.
Overall, buku ini layak untuk di koleksi bagi penggemar buku – buku cerita komedi pendahulunya yang sebelumnya telah terbit. Gue sendiri langsung menikmati membaca buku ini di sore harinya setelah membelinya di siang hari itu juga. Dan mampu menemani sore hari gue dengan gelak tawa sembari menikmati coklat seperti halnya sang Mami yang juga suka ngemil coklat (gimana gak tambah gembul gue?? hahahhaa...)
Tapi untuk yang tidak begitu suka membaca buku komedi, tidak salah pula untuk mencoba membacanya. Dengan kalian membaca cerita demi cerita dalam buku ini, kalian akan tahu betul mengapa seorang Ibu itu begitu menyayangi kita yang telah dilahirkannya. It’s worth to try to read this book, it will tell you what mother really meant is... (halaahh...)
Baidewey, kayaknya gue juga punya keluarga yang kelakuannya agak – agak out of the box gitu deh. Contohnya begini nih :
Waktu gue lagi duduk santai nonton TV bareng emak gue, muncullah berita dengan headline “Korban Pembunuhan Berantai Ryan Bertambah!!” maka muncullah dialog di bawah ini :
Emak : “Ris, itu kasian yah...” (FYI : gue dirumah di panggil Aris, gaul kan? Berasa Aris Idol gue, cuman beda nasib, bentuk badan, sama gantengan gue, Hehehee...)
Gue : “Kasian kenapa Mak?”
Emak : “Ya itu, kasian orang yang dibunuh ama si Ryan”
Gue : “Terus??”
Emak : “Kasian aja, YANG DIBUNUH DIRANTAI GITU, kan namanya juga pembunuhan berantai...”
Gue : “...” abis itu gue jelasin panjang lebar arti pembunuhan berantai sesungguhnya ke emak gue.
Gue juga kayaknya ketularan kelakuan autis emak-bapak gue dah. Ceritanya, waktu itu lagi ada dialog rohani gitu di tipi yang lagi ngebahas bagaimana sebaiknya memperlakukan orangtua kita yang sudah tua renta alias jompo. Dengan kesimpulan dialog : lebih baik di tinggal di rumah dengan perawat di bandingkan di tampung dalam panti jompo. Terus emak gue mulai berkomentar dan menasehati gue.
Emak : “Tuh denger tuh, kalo udah tua jangan di taro dipanti jompo orang tuanya”
Gue : “Iya iya...”
Emak : “Dikasih perawat aja, biar tinggal di rumah”
Gue : “Iya iya... dikasih perawat dah. Asal jangan di kasih PERAWAN aja, ntar bapak malah langsung pura – pura jompo lagi, hahhahahahaaaa!!”
Well, gue rasa setiap keluarga pasti punya keunikan dan kelakuan anehnya masing – masing, termasuk dalam keluarga gue ini. Atau emang udah turunan? Tau deh. Akhir kata, gue mau mengutip kata – kata Vivi : It’s in the blood cuy!
Salam gaol selalu!!
Oh iya, selain itu, gw juga mau review film animasi Wall-E. Klik spoiler di bawah buat baca reviewnya :
Kemaren di sela – sela kesibukan gue melakukan persiapan syuting pelem menghadapi ujian semester pendek, gue menyempatkan diri menonton film animasi teranyar hasil buah karya studio animasi Disney Pixar yang berjudul Wall-E :
Seperti biasa, setiap penayangan film – film animasi dari studio Disney Pixar pasti di tayangkan sebuah film pendek yang merupakan karya studio Pixar juga. Film animasi juga tentunya. Judul film pendeknya gue lupa, kalo gak salah Presto dah.
Nah, film animasi pendek ini bercerita tentang seekor kelinci yang menjadi obyek dalam aksi sulap seorang pesulap. Kelinci tersebut sangat kelaparan, padahal di luar kandangnya ada sebuah wortel segar yang siap di santap. Tapi apa daya, sang kelinci tidak mampu meraih wortel tersebut karena jaraknya tidak memungkinkan bagi sang kelinci untuk meraihnya untuk kemudian dimakan.
Kesialan sang kelinci tidak sampai di situ. Ia yang sedang kelaparan dan bersusah payah untuk meraih wortel tersebut akhirnya malah di ambil oleh sang pesulap yang ingin beraksi melakukan trik mengeluarkan-kelinci-dari-topinya. Kemudian sang pesulap mengambil dua buah topi yang saling berhubungan dan dapat meraih benda yang berada dekat salah satu topi. Maka kelinci tersebut di pakaikan sebuah topi, dan topi yang satunya lagi di gunakan sang pesulap untuk meraih kelinci tersebut dan mengeluarkannya dari topi.
Dalam usaha sang pesulap meraih kelinci tersebutlah, timbul ide licik dari sang kelinci yang merasa dipermainkan karena tidak di biarkan memakan wortelnya. Maka kelinci tersebut mengacaukan aksi sang pesulap dengan memberikan benda – benda yang semestinya tidak dikeluarkan sang pesulap dalam aksinya.
Hasilnya, panggung sulap tersebut malam itu terlihat kacau balau. Tetapi kekacauan yang di sebabkan kelinci tersebut malah dapat menghibur para penonton yang hadir dalam aksi sulap tersebut. Kemudian sang kelinci dan sang pesulap berbaikan di akhir cerita. Dan seperti yang bisa di tebak sebelumnya, sang kelinci akhirnya bisa memakan wortel kesayangannya.
Well, seharusnya ngebahas Wall-E, gue malah membahas film animasi pendek yang ditayangkan sebelumnya. Memang setiap film animasi pendek karya Studio Pixar rasanya wajib ditonton menurut gue, soalnya ceritanya menarik dan tidak di buat dengan main – main. Setelah terhibur menonton film pendeknya, rasanya kecewa juga kalau ternyata film utamanya (Wall-E), malah jelek. Oke, gue bahas Wall-E sekarang dah, gak pake lama lagi.
Dikisahkan pada masa di saat manusia sudah tidak tinggal di bumi lagi karena keadaannya yang sudah “hancur” (mungkin sedikit menyentil isu Global Warming yang sedang panas di bicarakan saat ini), film ini bercerita tentang Wall-E (pastinya, tentu saja karena film ini berjudul Wall-E), satu – satunya robot terakhir di bumi yang masih “hidup” yang masih tetap mengerjakan tugasnya seperti biasa, yaitu mengumpulkan sampah dan mengubahnya menjadi balok – balok untuk kemudian di buang.
Wall-E hanya hidup sendirian di bumi yang sudah gersang dengan di temani seekor kecoa yang setia menemaninya kemana saja. Sampai pada suatu saat sang robot pembersih sampah ini bertemu dengan Eve.
Eve adalah robot yang di utus manusia yang sudah hidup di luar angkasa untuk meneliti bumi dan mencari apakah masih ada tumbuhan yang hidup di bumi untuk kemudian di bawa ke tempat manusia sekarang tinggal dan melakukan pendaratan kembali di bumi untuk membangun kembali planet bumi yang sudah hancur.
Di tengah tugas Eve untuk mencari tumbuhan, timbul rasa penasaran Wall-E terhadap Eve ini. Maka Wall-E pun mulai mendekati Eve hingga akhirnya mereka saling mengenal. Pada suatu hari, Eve menemukan tumbuhan yang masih hidup yang ternyata di simpan di tempat tinggal Wall-E. Kemudian Eve secara otomatis memasukkan tumbuhan tersebut ke tubuhnya dan kemudian berhenti beroperasi.
Karena Eve “kehilangan kesadaran”, akhirnya Wall-E berusaha sekuat tenaga untuk menyadarkan Eve dari pingsannya. Sampai pada suatu hari ada pesawat yang menjemput Eve dan membawanya ke tempat manusia sekarang tinggal, di luar angkasa. Tidak lupa pula Wall-E mengikutinya dan ikut sampai ke tempat para manusia tinggal. Setelah Eve berhasil membawa tumbuhan tersebut apakah para manusia berhasil kembali ke bumi? Bagaimana dengan kisah cinta Wall-E dan Eve?? Silahkan di tonton, film animasi ini sangat menarik!!
Awalnya gue mengira film ini akan seperti film robot lainnya, dimana dalam film tersebut robot dalam berbicara seperti manusia. Ternyata tidak!! Sebelum Wall-E bertemu dengan Eve dan bisa berbicara, Wall-E hanya bisa mengeluarkan suara seperti layaknya mesin atau robot biasa. Maka pada awal – awal film gue merasa menonton film animasi pendek Pixar selanjutnya. Oh iya, dalam Wall-E juga di selipkan adegan – adegan lucu dan kocak yang sesekali mampu memicu gelak tawa para penontonnya.
Selain itu, terlihat lucu sekali penggambaran manusia di masa depan dalam film Wall-E ini. Semua manusianya gendut!! Gak ada yang langsing sama sekali. Penyebabnya tentu saja, para manusia tersebut sudah terlalu di manjakan dengan fasilitas dan sarana yang instan dan setiap kegiatannya dilayani oleh robot, bahkan manusianya pun tidak ada yang berjalan kaki, semuanya duduk di atas sebuah kursi yang dapat bergerak kesana-kemari. Gimana gak gendut semua tuh!
Dan tentu saja gue tidak kecewa menonton film ini.
Menonton Wall-E bagaikan klimaks dari menonton Presto yang ditayangkan sebelumnya. Menonton Wall-E seperti menonton film pendek animasi Pixar versi panjang!! (nah lo, bingung kan loe!!). Menonton Wall-E seperti tersindir akan keadaan bumi yang semakin parah setiap waktunya (selain tersindir akan keadaan manusia dalam film ini juga sih, kapan kurus yak?? Huehehehe).
Gue beri rating 8.5/10 untuk film ini. Sayang sekali gue kemarin gak sempet nonton Kungfu Panda, jadinya gue gak bisa membandingkan kedua film dari dua studio animasi berbeda yang saling bersaing ini.
Ohiya, menurut gue kalo dari segi animasi masih bagusan Kung Fu Panda (gosipnya, teknologi yg dipake lebih canggih). Tapi kalo urusan cerita bagusan Wall E kemana-mana. Wall E lebih cocok dapet Oscar menurut gue.
Khariss Juliman nama lengkapnya.
memiliki banyak nama panggilan seperti Aris, KaJe, Jebul (singkatan dari KaJe gemBul), sampai gembulita...thank you for calling me with those superfunky nicknames!
Masih kuliah semester 3 di sebuah universitas swasta di Jakarta.
Mengambil jurusan Teknik Industri tapi mengaku belum bisa sama yang namanya pelajaran Fisika.. aneh kan? bingung??
sama...
22 orang bercuap - cuap:
jadi penasaran juga pengen baca tuh buku...
btw, nyokaplo kayanya kocak jg..ahahahaha
@ adinda : iya emang, kadang2 emak gw suka ngaco...
mas kaje,. mu nanya duun.. .
gmn sii cara 'ngumpetin' tekx di postingan.. . yang klu di klik itu bisa muncul.
plis.. . mohon bantuannya!
@ Tir .o sudiro. : apakah Anda Tir yg barusan minta tukeran link? kalo itu caranya panjang, ada kode htmlnya.. kapan2 gw kasih tau lah yaa..
iah,. pliss lagh.. .
tiR bingung uii.. .
pingin pake spoiler2-an kaya post orang lain :]
pan bos Kaje baik hati.. .
kasi tau yagh :p
imel tiR :
rey_mudz90@yahoo.com
wow, post kali ini panjang sekalee~~ heheheh..
btw, gw emang uda pengen beli tuh buku~~ tp no money lah~~` T.T
wih buku apa tuh malah baru denger .
hahaha gg gahul bgt saya :DD
kalo menang HP-nya ada tanda bibir vivi nih. heheh. gud luck bro...
adek gue yang kelas 3sd suka banget wall e. ampe ditonton 4 kali.
tiap kali gue liat pasti dia ngomongnya gaya wall e gitu
wall e wall e
eva eva
cpd
aduh". Gw stres!!!!!!!!!!
Boleh dunk gw stres di blog lo???
Btw, muka gw kok mirip ma salah satu bintang porno cowo bule yang pernah gw liat situsnya??
Apa aku ditakdirkan jadi bintang porno aja???
ADUUUHHHH EMMAAAAKKKKK!!!!!
Plok plok, bagus2 reviewnya..Hehehehe
gile tuh yang ngarang cantik loh..
@Tir : oke, kapan2 gw sempet yak.. di tunggu aja, pasti gw ksh tau kok..
@Lisz : yap, panjang sekaleee~~~~ hhahahhaa...
@Laurra : Hmm...
@Dondanang : yg bener?? HPnya ada cap bibir?? jadi makin semangat nih, hahahhaa..
@Sippa : Iya, gw juga kalo nonton lg jg gak bakal bosen kayaknya.. abis mantep pelemnya
@Echo : WOY, jangan ngomel2 di blog gw dong!!! hahahaa
@Republik gaptek : Tengkyuuu...
@Cumi cungkring : Iya, pengarangnya bening...
weew..pengenbeli tuh buku nih..tapi gak ada duit..jadi gak bisa ikutan review deh..hu uh...
aduh aduh gelo ini mah
semoga menang ya je, biar lu bisa bantu gua buat itu tuh...ahaha
yee lo ga nonton ampe abis yah wall e nya?kan disitu dijelasin lama2 manusia mulai jadi kurus, bumi jadi hijau lagi ,dll, dst..
semoga menang ya
@Kita : wah sayang sekali...
@David : Susah itu mah vid, gw usahain lah yaa.. hahahhaa
@Tandodol : dodol dah lu! namanya juga review alias resensi, ya jelas aja gak gw kasih tau endingnya!!! hahahahaa...
@Bani biasa : amiinn...
Buset daaaahhhh! Panjang beneeeeerrrrrr!
Ohiya, menurut gue kalo dari segi animasi masih bagusan Kung Fu Panda (gosipnya, teknologi yg dipake lebih canggih). Tapi kalo urusan cerita bagusan Wall E kemana-mana. Wall E lebih cocok dapet Oscar menurut gue.
uwow . hahaha
gue blm baca bkunya .. hheu
@ Bagus : hoo... gambar bagusan Kungfu Panda yak? saang gw belom nonton...
@natan : hmm... baca - baca... rekomendasi gue tuh buku!
kalo aku tuh lebih tersindir dengan sifat manusiawi wall-e yang lebih manusia daripada manusia heheh..
Poskan Komentar